This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 06 Februari 2023

INSTRUMEN PENELITIAN

 

Apa itu instrumen penelitian dan contohnya?

Instrumen penelitian adalah alat atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Instrumen penelitian dapat berupa kuesioner, wawancara, tes, observasi, atau alat ukur lainnya. Instrumen penelitian harus memenuhi beberapa kriteria, seperti validitas, reliabilitas, dan objektivitas, untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.

Contoh instrumen penelitian:

1.    Kuesioner: Kuesioner adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan tertulis.

2.    Wawancara: Wawancara adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui percakapan dengan responden.

3.    Tes: Tes adalah alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, atau karakteristik seseorang.

4.    Observasi: Observasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap perilaku, tindakan, atau interaksi responden.

5.    Skala likert: Skala likert adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pendapat atau perasaan responden terhadap suatu masalah.

Pemilihan instrumen penelitian harus sesuai dengan masalah dan rumusan masalah yang diteliti, sehingga dapat membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian dan memperoleh data yang berkualitas dan dapat dipercayai.

Langkah-langkah menyusun instrumen angket penelitian?

Berikut adalah langkah-langkah menyusun instrumen angket penelitian:

1.    Identifikasi masalah: Langkah pertama dalam menyusun instrumen angket adalah menentukan masalah yang akan diteliti dan menetapkan rumusan masalah.

2.    Penentuan tujuan penelitian: Setelah masalah ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan tujuan penelitian dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan pada responden.

3.    Penentuan jenis pertanyaan: Jenis pertanyaan yang akan diajukan pada responden harus sesuai dengan tujuan penelitian dan masalah yang diteliti. Jenis pertanyaan dapat berupa pertanyaan terbuka atau tertutup.

4.    Penentuan skala pengukuran: Skala pengukuran harus sesuai dengan jenis pertanyaan yang diajukan. Skala pengukuran dapat berupa skala likert, skala ukur dua titik, atau skala ukur lainnya.

5.    Penulisan pertanyaan: Pertanyaan harus ditulis dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami oleh responden.

6.    Uji coba instrumen: Setelah instrumen selesai disusun, langkah berikutnya adalah melakukan uji coba instrumen pada responden terpilih. Hasil uji coba harus dianalisis dan instrumen harus diedit dan diterima sesuai dengan hasil uji coba.

7.    Uji ulang reliabilitas: Setelah instrumen selesai diedit, langkah berikutnya adalah melakukan uji ulang reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang tinggi dan dapat dipercayai.

Instrumen angket harus disusun dengan cermat dan memperhatikan kriteria-kriteria validitas, reliabilitas, dan objektivitas agar data yang diperoleh dapat dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.

 

 

BACA JUGA

CARA MEMBUAT JUDUL SKRIPSI

 Bagaimana cara menulis judul skripsi?

Penelitian skripsi adalah sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari tugas akhir untuk memenuhi syarat menyelesaikan program sarjana atau program diploma. Penelitian skripsi bertujuan untuk memperoleh wawasan dan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu masalah atau topik tertentu. Dalam penelitian skripsi, mahasiswa harus mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis data tersebut. Hasil penelitian skripsi harus dapat memecahkan masalah yang sedang diteliti dan dapat menambah wawasan dan pemahaman dalam bidang yang diteliti.

Untuk menentukan judul penelitian skripsi, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

1.    Identifikasi topik yang akan diteliti: Tentukan topik yang ingin diteliti dan pastikan bahwa topik tersebut memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

2.    Studi literatur: Baca literatur yang berkaitan dengan topik dan identifikasi apa yang belum ditemukan atau belum diketahui dalam literatur tersebut.

3.    Formulasikan pertanyaan penelitian: Buat pertanyaan penelitian yang ingin diajukan dan jelaskan tujuannya.

4.    Tentukan variabel-variabel: Tentukan variabel-variabel yang akan diteliti dan bagaimana mereka berhubungan dengan masalah yang akan dibatasi.

5.    Sintesis rumusan masalah: Sintesis semua pembatasan yang telah ditentukan dan tuliskan dalam bentuk rumusan masalah yang terfokus.

6.    Buat judul penelitian: Buat judul penelitian yang menggambarkan secara singkat dan jelas rumusan masalah yang akan diteliti. Judul harus menjawab pertanyaan penelitian dan menarik perhatian pembaca.

7.    Validasi judul: Diskusikan judul penelitian dengan dosen pembimbing atau rekan sejawat untuk memastikan bahwa judul tersebut memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

Judul penelitian harus jelas, singkat, dan menarik. Hal ini akan membantu dalam mempromosikan dan membantu pembaca untuk memahami topik yang akan diteliti. Judul juga harus memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh institusi tempat peneliti menjalankan penelitian.


Judul skripsi harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

1.    Jelas dan singkat: Judul harus menjelaskan secara singkat dan jelas tentang topik yang akan diteliti dan membuat pembaca tertarik.

2.    Relevan: Judul harus relevan dengan masalah yang akan diteliti dan memiliki kaitan dengan bidang yang ditekuni.

3.    Menarik: Judul harus menarik perhatian pembaca dan membuat mereka ingin membaca lebih lanjut tentang hasil penelitian.

4.    Unik: Judul harus unik dan tidak sama dengan judul lain dalam bidang yang sama.

5.    Memenuhi syarat institusi: Judul harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh institusi tempat mahasiswa menjalankan penelitian.

6.    Merepresentasikan rumusan masalah: Judul harus merepresentasikan rumusan masalah yang akan diteliti dan menjawab pertanyaan penelitian yang akan diajukan.

Judul yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria tersebut dan membantu dalam mempromosikan hasil penelitian. Selain itu, judul juga harus membantu dalam mempermudah pembaca untuk memahami topik yang akan diteliti dan membantu dalam membantu memperoleh informasi yang dibutuhkan.

BACA JUGA

CARA MEMBUAT RUMUSAN MASALAH DAN PEMBATASAN MASALAH DALAM SKRIPSI

Saat anda mulai menulis penelitian skripsi, Anda harus yakin dapat menemukan masalah yang bagus dan tepat untuk diteliti dan distulis. Ini mungkin sulit, tetapi kalau anda telah memahami dengan baik rencana penelitian anda ditandai dengan uraian masalah yang telah dijelaskan dalam latar belakang skripsi. Keberadaan rumusan masalah dalam suatu penelitian sangatlah penting, karenanya tanpa ada rumusan maslah, maka suatu penelitian tidak akan bisa dilakukan.

Apa yang dimaksud dengan rumusan masalah?

Rumusan masalah dapat didefinisikan dengan kalimat pertanyaan yang dibuat berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Rumusan masalah yang telah disusun tersebut, kemudian menjadi pertanyaan penelitian yang kemudian dicari jawabannya melalui pengumpulan data-data yang dibutuhkan di lapangan. Intinya perumusan masalah dalam suatu penelitian untuk membantu dan memastikan bahwa karya ilmiah yang kita ditulis dibuat dengan hati-hati dan dengan dasar yang kuat.

Gagasan di balik perumusan masalah dalam penelitian adalah mencari cara untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan. Dalam sebuah karya tulis atau karya ilmiah, hal ini sering dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang suatu topik dan kemudian mencari jawabannya. Proses ini membantu untuk membuat kesimpulan tentang topik tersebut.

Untuk membuat rumusan masalah dalam skripsi, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:

1.    Identifikasi topik yang akan diteliti

2.    Formulasikan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab

3.    Tentukan variabel-variabel yang akan diteliti

4.    Sintesis pertanyaan penelitian menjadi rumusan masalah

5.    Validasi rumusan masalah dengan referensi literatur

Rumusan masalah harus spesifik, jelas, dan menjawab pertanyaan penelitian yang akan diteliti. Hal ini akan membantu fokus dan mempermudah dalam menentukan metodologi dan mengumpulkan data.

Pentingnya melakukan pembatasa masalah sehingga penelitian menjadi fokus

Pembatasan masalah adalah suatu proses untuk menentukan batasan atau lingkup penelitian. Ini membantu untuk memfokuskan penelitian dan menghilangkan aspek-aspek yang tidak relevan atau diluar jangkauan penelitian. Pembatasan masalah juga membantu membuat skenario penelitian lebih terfokus dan mempermudah dalam menentukan metodologi dan mengumpulkan data. Pembatasan masalah biasanya didefinisikan dengan menentukan variabel-variabel, lokasi, waktu, populasi, dan konteks penelitian.

Untuk melakukan pembatasan masalah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

1.    Identifikasi topik yang akan diteliti: Pertama, tentukan topik penelitian yang ingin dibatasi.

2.    Formulasikan pertanyaan penelitian: Buat pertanyaan penelitian yang ingin diajukan dan jelaskan tujuannya.

3.    Tentukan variabel-variabel: Tentukan variabel-variabel yang akan diteliti dan bagaimana mereka berhubungan dengan masalah yang akan dibatasi.

4.    Tentukan populasi dan lokasi: Tentukan populasi atau sampel yang akan diteliti dan lokasi penelitian.

5.    Batasi waktu: Tentukan periode waktu yang relevan untuk penelitian.

6.    Batasi teori atau konsep: Jika perlu, batasi teori atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian.

7.    Batasi metodologi: Tentukan metodologi yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.

8.    Sintesis pembatasan masalah: Sintesis semua pembatasan yang telah ditentukan dan tuliskan dalam bentuk rumusan masalah yang terfokus.

Dengan membatasi masalah, peneliti dapat memfokuskan penelitian dan memastikan bahwa data yang diperoleh berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.

BACA JUGA

Senin, 23 Januari 2023

CARA MENULIS LATAR BELAKANG MASALAH DALAM SKRIPSI

Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan dari jenjang sarjana atau S-1 (Strata 1). Untuk menulis skripsi yang baik, Anda perlu memikirkan apa yang ingin Anda tulis lalu apa yang ingin Anda buktikan, dan bagaimana Anda akan mengatakannya. Latar belakang, tujuan, manfaat, teori, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan semuanya membantu Anda menulis skripsi yang kuat dan meyakinkan.

Tahap awal dalam penulisan skripsi adalah adanya latar belakang masalah yang menjadi fokus penelitian skripsi. Latar belakang skripsi penting karena memperkenalkan pembaca pada topik utama skripsi Anda. Latar belakang penelitian digunakan untuk membuktikan bahwa pertanyaan skripsi Anda relevan dengan tema besar penelitian yang anda angkat.

berikut adalah beberapa saran dalam penyusunan latar belakang masalah dalam skripsi:

1. Menguraikan tema besar penelitian

Untuk mulai menulis latar belakang masalah dalam skripsi, Anda perlu menjelaskan apa yang Anda teliti. Ini bisa jadi rumit karena ada begitu banyak topik berbeda yang dapat Anda pilih! Namun, pada akhirnya, Anda harus menemukan alasan kuat untuk memilih meneliti topik tertentu, meskipun itu bukan favorit Anda.

Singkatnya, latar belakang masalah adalah informasi yang diatur sedemikian rupa sehingga berguna untuk mempelajari fenomena dan masalah tertentu dalam skripsi anda.

2. Mencari fenomana dalam penelitian.

Untuk membuat latar belakang masalah, Anda harus mulai dengan apa yang terjadi di lapangan. Ini akan menjadi latar belakang yang kuat dalam skripsi Anda, dan Anda harus peka untuk menemukannya. Fenomena adalah sesuatu yang terjadi di lingkungan. Jika Anda ingin menemukan sesuatu, Anda perlu mengetahui sebanyak mungkin tentang lingkungan di sekitar Anda. Ini termasuk memahami apa yang sedang terjadi, sehingga Anda dapat mulai mencari hal-hal yang mungkin tidak biasa atau aneh.

3. Identifikasi maslah penelitian.

Setelah menguraikan panjang lebar terkait tema besar penelitian dan telah menemukan fenoma dalam suatu permasalahan baik secara langsung melaui observasi, maupun secara tidak langsung melalui kajian pustaka, maka selanjutnya adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul dalam penelitian anda. anda perlu menuliskan semua permaslahan-permasalah yang mungkin muncul walaupun itu sebenarnya diluar scope penelitian anda.

4. Pembatasan masalah

setelah semua masalah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan pembatasan masalah, sehingga penelitian anda akan menjadi fokus kepada masalah-masalah yang relevan dengan tema besar penelitian anda.

 5. Rumusan Masalah

Langkah selanjutnya adalah melakukan perumusan masalah yang merupakan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang nantinya akan dijawab pada bab hasil penelitian. Rumuskanlah masalah peneltian sesuai dengan latar belakang masalah yang anda ingin buktikan dalam skripsi anda.

Demikianlah penjelasan singkat terkait penyusunan latar belakang masalah dalam sebuah skripsi, semoga bermanfaat dan dapat membantu.

salam 

makalahdaring.online

BACA JUGA

CARA MENCARI REFERENSI SKRIPSI DI GOOGLE SCHOLAR


Dalam melakukan penulisan skripsi atau tugas akhir, mahasiswa sering kali mengalami kesulitan dalam mencari referensi dalam menyusun naskah skripsinya. kesulitan tersebut bisa jadi dikarenakan terbatasnya akses yang dimiliki mahasiswa terhdap perpustakaan yang memadai, atau terbatasnya buku-buku referensi yang tersedia di perpustakaan kampus. Sedangkan untuk membeli buku referensi tersebut secara mandiri, tidak sedikit mahasiswa yang merasa keberatan karena kondisi keuangan anak mahasiswa yang cenderung pas-pasan.

Bukan mahasiswa namanya kalau tidak memiliki sejuta ide kreatif untuk mensiasati kekurangan tersebut. nah... berikut ini mimin kasih tau cara yang paling realistis untuk mendapatkan referensi terbaru yang telah di sediakan dalam google yang dikenal dengan google scholar atau goole cendikia. kalau  teman-teman masih pemula dan bingung bagaimana caranya untuk mecari  referensi yang diinginkan bisa lihat panduannya disini.

Apa itu google scolar atau google cendikia?

Google Scholar adalah alat yang telah dibuat Google sejak 2004. Ini adalah database online karya ilmiah. Google Scholar tersedia di Indonesia dan memiliki situs web bernama scholar.google.com. 

Google Scholar adalah mesin pencari yang digunakan oleh para akademisi untuk mencari referensi pekerjaan mereka. Ini mencakup sumber-sumber seperti jurnal ilmiah dan publikasi yang telah diverifikasi oleh para ahli. Ini seperti perpustakaan yang online.

Apa bedanya mesin pencarian google dengan google scholar?

Google Scholar adalah mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari sumber informasi terpercaya. Ini berbeda dengan mesin pencari Google biasa, yang dirancang untuk mencari referensi yang lebih umum dan mungkin tidak dapat diandalkan.

Google Scholar adalah mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi literatur dan referensi saat menulis skripsi. Anda dapat mengetikkan kata kunci yang ingin dicari, dan Google Cendekia akan menampilkan berbagai artikel dan publikasi di internet yang berkaitan dengan topik tersebut.

Adapaun cara untuk mendapatkan referensi yang kita inginkan adalah dengan menuliskan kata kunci tema yang ingin kita cari sebagai referensi, bisa juga kita berikan pembatasan tahun yang terdapat dibagian kanan laptop teman-teman. untuk lebih jelasnya silahkan lihat pandaunnya disini.

Demikian tutorial singkat dari mimin, semoga dapat membantu tugas akhir teman-teman

salam

makalahdaring.online



BACA JUGA

Minggu, 22 Januari 2023

TIPS MENGHINDARKAN TULISAN DARI PLAGIAT

Bagaimana cara agar tidak plagiat?
Tulisan dikatakan plagiat seperti apa?
Berapa persen tidak plagiat pada tulisan?

Plagiarisme adalah ketika seseorang mengambil kata-kata dan ide orang lain tanpa mengaitkannya dengan benar. Ini dapat dilakukan untuk mendapatkan pujian atas karya mereka sendiri atau untuk mendapatkan rasa hormat dari orang lain dalam komunitas ilmiah.

Jika Anda ingin menghindari tuduhan plagiarisme, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Misalnya, Anda dapat memparafrasekan apa yang Anda tulis.

1. Menuliskan sitasi kutipan

Kutipan sangat penting, karena membantu dan mendukung karya ilmiah yang sedang dilakukan. Setiap kali sebuah ide, pendapat, atau informasi lain disebutkan dalam esai Anda, Anda perlu menyertakan kutipan agar pembaca Anda dapat mempelajarinya lebih lanjut.

Saat Anda menulis sesuatu, Anda mungkin ingin memastikan bahwa gagasan dalam tulisan Anda serupa dengan gagasan dalam teks aslinya. Ini disebut parafrase. Parafrase berarti mengambil teks asli dan membuatnya lebih mudah dipahami dengan mengubah kata-kata dan ide-ide agar mirip dengan pemikiran Anda sendiri.

2. Menyiapakan dan mencatat referensi dalam karya ilmiah kita

Beberapa penulis memasukkan informasi tentang sumber yang mereka gunakan dalam pekerjaan mereka pada bibliografi mereka. Ini sangat membantu, karena itu berarti Anda tidak perlu mencari informasi ini nanti. Penulis ingin memastikan bahwa orang-orang yang menulis kutipan, pendapat, dan hasil penelitian yang disebutkan dalam makalah mereka mendapatkan penghargaan.

3. Parapare Tulisan Anda

Parafrase adalah teknik yang digunakan dalam menulis atau berpikir. Ini sangat berguna untuk membuat tulisan Anda sendiri bebas dari pelanggaran hak cipta atau plagiarisme. Parafrase adalah menyatakan kembali satu ide ke ide lain tanpa mengubah maknanya. Penulis dapat menggunakan kata-kata yang berbeda untuk mengungkapkan ide yang sama yang mereka peroleh dari sumber referensi.

Dalam sumber referensi, penulis menulis tentang bagaimana meningkatkan keterampilan menulis Anda. Untuk meningkatkan keterampilan menulis Anda, penulis merekomendasikan untuk membaca dan mempelajari model dan teknik penulisan.

4. Interpretasi terhadap gagasan

Interpretasi adalah proses mencari tahu apa makna tersembunyi dari sebuah simbol. Simbol ini sebenarnya adalah benda fisik yang dilipat dengan cara tertentu. Makna dari simbol ini bisa memiliki lebih dari satu arti, tergantung dari bagaimana penafsirannya.

Terkadang penulis perlu menggunakan interpretasi untuk membuat ide-ide dalam karyanya sekuat mungkin. Ini berarti bahwa mereka mungkin mempertimbangkan referensi lain, membandingkan atau meminjam dari mereka. Menafsirkan penelitian ilmiah adalah proses yang kompleks, dan biasanya dilakukan hanya jika termasuk dalam lingkup pekerjaan yang semula dilakukan.

5. Lakukan cek plagiasi dengan aplikasi pengecek plagiasi secara berkala

Untuk menghindari ketahuan menjiplak, Anda perlu memastikan tulisan Anda asli. Ada banyak aplikasi pendeteksi plagiarisme gratis atau berbayar yang dapat Anda gunakan untuk memeriksa tanda-tanda penyalinan karya Anda.

salam
makalahdaring.online
BACA JUGA

CARA MEMBUAT MAKALAH

Isi makalah itu apa saja?
Bagaimana susunan makalah?

Hallo apa kabar semuanya

Berikut mimin makalah daring akan kembali membahas seputaran penyusunan makalah yang baik dan benar, simak baik baik ya.

Bagi mahasiswa, baik jengjang S1, S2 dan S3 tentu sudah tidak asing lagi dengan tugas yang satu ini yakni makalah. Makalah pada umumnya digunakan sebagai salah satu satu sarana untuk melakukan proses belajar mengajar di dalam kelas. Makalah sendiri memiliki pengertian dalam KBBI sebagai karya tulis siswa atau mahasiswa sebagai laporan pelaksanaan tugas perkuliahan. nah,.. bagi kamu siswa atau mahasiswa pemula, berikut kami jelaskan apa saja yang menjadi komponen isi dalam suatu makalah ilmiah.. berikut urutan dan penejelasannya:

1. Pilih Topik Makalah

Hal pertama yang perlu Anda lakukan saat menulis artikel/makalah adalah memutuskan topik (tema) apa yang ingin Anda bahas. Anda harus terlebih dahulu mengetahui topik apa yang Anda inginkan dan apa yang menarik untuk dibahas. Penentuan topik mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam menulis makalah dan proses pengerjaannya. Jadi, bila memungkinkan, pilihlah topik yang Anda pahami untuk memfasilitasi jalannya diskusi dengan baik.

2. Tetapkan judul

Setelah Anda menentukan topik yang akan dibahas, langkah selanjutnya adalah menentukan judul karya yang Anda tulis. Buatlah judul yang menarik, spesifik dan jelas. Hal ini untuk memastikan bahwa judul presentasi Anda dapat mencerminkan topik diskusi dan persiapan presentasi hanya berfokus pada topik diskusi.

3. Kumpulkan referensi Makalah

Saat Anda menulis makalah, ada baiknya mengumpulkan bahan referensi dari sumber yang dapat dipercaya. Anda dapat menemukan materi ini di berbagai tempat, seperti jurnal, buku, dan artikel online. Pastikan sumbernya dapat diverifikasi dengan mudah sebelum menggunakannya dalam makalah Anda. Ini akan membantu membangun kredibilitas makalah Anda.

Selanjutnya, Sebelum Anda mulai menulis makalah, ada baiknya membaca beberapa tulisan yang telah dikumpulkan yang sesui dengan topik yang sama dengan makalah anda. Ini akan membantu Anda mendapatkan gambaran seperti apa makalah Anda, tetapi Anda juga harus ingat untuk tetap fokus pada topik makalah Anda. Jangan menyalin esai orang lain, oke? Membaca esai tentang topik yang sama akan membantu Anda memahami topik tersebut dengan lebih baik.

4. Menulis Makalah secara sistematis

Untuk menulis makalah yang bagus, ikuti struktur yang benar. Mulailah dengan pendahuluan dan akhiri dengan kesimpulan yang jelas. Tetap pada topik dan gunakan referensi untuk mendukung poin Anda. Saat Anda menulis makalah, Anda harus memikirkan tentang apa yang ingin Anda katakan dan mulai dengan mengatur pemikiran Anda ke dalam urutan yang logis. Anda mungkin mulai dengan menulis pernyataan tesis dan kemudian memberikan bukti untuk mendukungnya. Anda juga dapat memasukkan informasi latar belakang, menganalisis masalah, dan membuat kesimpulan.

5. Mencantumkan kutipan

Saat menulis makalah, Anda sering perlu mengutip suatu bagian untuk mendukung data yang Anda peroleh. Ada dua jenis kutipan (1) kutipa langsung, yang merupakan kata-kata persis dari aslinya, dan (2) Kutipan tidak langsung, yaitu saat Anda mengambil beberapa sumber dan mencampurnya dengan pendapat Anda sendiri.

6. Editing Makalah

Untuk memastikan makalah Anda sesuai dengan struktur kertas standar, dan tidak ada kesalahan ejaan, tanda baca, dan bahasa, Anda harus memeriksanya terlebih dahulu dengan kertas yang ada. Kemudian, Anda dapat terus menulis di atas kertas.

Adapun komponen yang terdapat dalam sautu makalah yang baik adalah

1. Cover

2. Kata Pengantar

3. Daftar Isi

4. Pendahuluan

5. Pembahasan

6. Kesimpulan/penutup

7. Daftar Isi

Demikianlah tekni penyusunan makalah dan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu makalah yang baik., semoga tulisan ini bermanfaat

Salam

makalahdaring.online


BACA JUGA