Senin, 06 Februari 2023

INSTRUMEN PENELITIAN

 

Apa itu instrumen penelitian dan contohnya?

Instrumen penelitian adalah alat atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Instrumen penelitian dapat berupa kuesioner, wawancara, tes, observasi, atau alat ukur lainnya. Instrumen penelitian harus memenuhi beberapa kriteria, seperti validitas, reliabilitas, dan objektivitas, untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.

Contoh instrumen penelitian:

1.    Kuesioner: Kuesioner adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan tertulis.

2.    Wawancara: Wawancara adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui percakapan dengan responden.

3.    Tes: Tes adalah alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, atau karakteristik seseorang.

4.    Observasi: Observasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap perilaku, tindakan, atau interaksi responden.

5.    Skala likert: Skala likert adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pendapat atau perasaan responden terhadap suatu masalah.

Pemilihan instrumen penelitian harus sesuai dengan masalah dan rumusan masalah yang diteliti, sehingga dapat membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian dan memperoleh data yang berkualitas dan dapat dipercayai.

Langkah-langkah menyusun instrumen angket penelitian?

Berikut adalah langkah-langkah menyusun instrumen angket penelitian:

1.    Identifikasi masalah: Langkah pertama dalam menyusun instrumen angket adalah menentukan masalah yang akan diteliti dan menetapkan rumusan masalah.

2.    Penentuan tujuan penelitian: Setelah masalah ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan tujuan penelitian dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan pada responden.

3.    Penentuan jenis pertanyaan: Jenis pertanyaan yang akan diajukan pada responden harus sesuai dengan tujuan penelitian dan masalah yang diteliti. Jenis pertanyaan dapat berupa pertanyaan terbuka atau tertutup.

4.    Penentuan skala pengukuran: Skala pengukuran harus sesuai dengan jenis pertanyaan yang diajukan. Skala pengukuran dapat berupa skala likert, skala ukur dua titik, atau skala ukur lainnya.

5.    Penulisan pertanyaan: Pertanyaan harus ditulis dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami oleh responden.

6.    Uji coba instrumen: Setelah instrumen selesai disusun, langkah berikutnya adalah melakukan uji coba instrumen pada responden terpilih. Hasil uji coba harus dianalisis dan instrumen harus diedit dan diterima sesuai dengan hasil uji coba.

7.    Uji ulang reliabilitas: Setelah instrumen selesai diedit, langkah berikutnya adalah melakukan uji ulang reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang tinggi dan dapat dipercayai.

Instrumen angket harus disusun dengan cermat dan memperhatikan kriteria-kriteria validitas, reliabilitas, dan objektivitas agar data yang diperoleh dapat dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.

 

 

BACA JUGA

0 comments:

Posting Komentar