Apa itu instrumen penelitian dan
contohnya?
Instrumen penelitian
adalah alat atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam
penelitian. Instrumen penelitian dapat berupa kuesioner, wawancara, tes,
observasi, atau alat ukur lainnya. Instrumen penelitian harus memenuhi beberapa
kriteria, seperti validitas, reliabilitas, dan objektivitas, untuk memastikan
bahwa data yang diperoleh dapat dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.
Contoh
instrumen penelitian:
1. Kuesioner: Kuesioner
adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan tertulis.
2. Wawancara: Wawancara
adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui percakapan dengan
responden.
3. Tes: Tes adalah alat
yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, atau karakteristik
seseorang.
4. Observasi: Observasi adalah
metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap
perilaku, tindakan, atau interaksi responden.
5. Skala likert: Skala
likert adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pendapat atau
perasaan responden terhadap suatu masalah.
Pemilihan instrumen penelitian harus sesuai dengan masalah dan rumusan masalah yang diteliti, sehingga dapat membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian dan memperoleh data yang berkualitas dan dapat dipercayai.
Langkah-langkah menyusun instrumen
angket penelitian?
Berikut adalah
langkah-langkah menyusun instrumen angket penelitian:
1. Identifikasi masalah:
Langkah pertama dalam menyusun instrumen angket adalah menentukan masalah yang
akan diteliti dan menetapkan rumusan masalah.
2. Penentuan tujuan
penelitian: Setelah masalah ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan
tujuan penelitian dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan pada responden.
3. Penentuan jenis
pertanyaan: Jenis pertanyaan yang akan diajukan pada responden harus sesuai
dengan tujuan penelitian dan masalah yang diteliti. Jenis pertanyaan dapat
berupa pertanyaan terbuka atau tertutup.
4. Penentuan skala
pengukuran: Skala pengukuran harus sesuai dengan jenis pertanyaan yang
diajukan. Skala pengukuran dapat berupa skala likert, skala ukur dua titik,
atau skala ukur lainnya.
5. Penulisan pertanyaan:
Pertanyaan harus ditulis dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami oleh
responden.
6. Uji coba instrumen:
Setelah instrumen selesai disusun, langkah berikutnya adalah melakukan uji coba
instrumen pada responden terpilih. Hasil uji coba harus dianalisis dan
instrumen harus diedit dan diterima sesuai dengan hasil uji coba.
7. Uji ulang reliabilitas:
Setelah instrumen selesai diedit, langkah berikutnya adalah melakukan uji ulang
reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang tinggi
dan dapat dipercayai.
Instrumen angket harus disusun dengan cermat dan memperhatikan kriteria-kriteria
validitas, reliabilitas, dan objektivitas agar data yang diperoleh dapat
dipercayai dan memiliki kualitas yang baik.








0 comments:
Posting Komentar