Saat anda
mulai menulis penelitian skripsi, Anda harus yakin dapat menemukan masalah yang
bagus dan tepat untuk diteliti dan distulis. Ini mungkin sulit, tetapi kalau
anda telah memahami dengan baik rencana penelitian anda ditandai dengan uraian
masalah yang telah dijelaskan dalam latar belakang skripsi. Keberadaan rumusan
masalah dalam suatu penelitian sangatlah penting, karenanya tanpa ada rumusan
maslah, maka suatu penelitian tidak akan bisa dilakukan.
Apa yang
dimaksud dengan rumusan masalah?
Rumusan masalah
dapat didefinisikan dengan kalimat pertanyaan yang dibuat berdasarkan latar
belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Rumusan masalah yang telah
disusun tersebut, kemudian menjadi pertanyaan penelitian yang kemudian dicari
jawabannya melalui pengumpulan data-data yang dibutuhkan di lapangan. Intinya
perumusan masalah dalam suatu penelitian untuk membantu dan memastikan bahwa
karya ilmiah yang kita ditulis dibuat dengan hati-hati dan dengan dasar yang
kuat.
Gagasan di
balik perumusan masalah dalam penelitian adalah mencari cara untuk memecahkan
masalah atau menjawab pertanyaan. Dalam sebuah karya tulis atau karya ilmiah,
hal ini sering dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang suatu topik dan
kemudian mencari jawabannya. Proses ini membantu untuk membuat kesimpulan
tentang topik tersebut.
Untuk membuat
rumusan masalah dalam skripsi, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:
1.
Identifikasi topik yang akan diteliti
2.
Formulasikan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab
3.
Tentukan variabel-variabel yang akan diteliti
4.
Sintesis pertanyaan penelitian menjadi rumusan masalah
5.
Validasi rumusan masalah dengan referensi literatur
Rumusan masalah harus spesifik,
jelas, dan menjawab pertanyaan penelitian yang akan diteliti. Hal ini akan
membantu fokus dan mempermudah dalam menentukan metodologi dan mengumpulkan
data.
Pentingnya melakukan pembatasa
masalah sehingga penelitian menjadi fokus
Pembatasan masalah adalah suatu proses untuk menentukan batasan atau lingkup penelitian. Ini membantu untuk memfokuskan penelitian dan menghilangkan aspek-aspek yang tidak relevan atau diluar jangkauan penelitian. Pembatasan masalah juga membantu membuat skenario penelitian lebih terfokus dan mempermudah dalam menentukan metodologi dan mengumpulkan data. Pembatasan masalah biasanya didefinisikan dengan menentukan variabel-variabel, lokasi, waktu, populasi, dan konteks penelitian.
Untuk
melakukan pembatasan masalah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
1. Identifikasi
topik yang akan diteliti: Pertama, tentukan topik penelitian yang ingin
dibatasi.
2. Formulasikan
pertanyaan penelitian: Buat pertanyaan penelitian yang ingin diajukan dan
jelaskan tujuannya.
3. Tentukan
variabel-variabel: Tentukan variabel-variabel yang akan diteliti dan bagaimana
mereka berhubungan dengan masalah yang akan dibatasi.
4. Tentukan
populasi dan lokasi: Tentukan populasi atau sampel yang akan diteliti dan
lokasi penelitian.
5. Batasi
waktu: Tentukan periode waktu yang relevan untuk penelitian.
6. Batasi
teori atau konsep: Jika perlu, batasi teori atau konsep yang akan digunakan
dalam penelitian.
7. Batasi
metodologi: Tentukan metodologi yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.
8. Sintesis
pembatasan masalah: Sintesis semua pembatasan yang telah ditentukan dan
tuliskan dalam bentuk rumusan masalah yang terfokus.
Dengan membatasi masalah, peneliti dapat memfokuskan penelitian dan
memastikan bahwa data yang diperoleh berkaitan dengan masalah yang sedang
diteliti.








0 comments:
Posting Komentar