Jumat, 26 Juli 2024

Gambaran Umum Kota Subulussalam- Aceh

 

Kota Subulussalam merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang masih relatif muda juga mempunyai letak cukup strategis karena dilewati oleh jalan nasional yang menghubungkan kota-kota yang berada di wilayah pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh dan merupakan pintu gerbang untuk memasuki wilayah Aceh dari sebelah selatan karena berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.

Letak Gegrafis Kota Subulussalam terletak pada posisi 02° 27’ 30” - 03° 00’ 00” LU/ North Latitude dan 0 97° 45’ 00’ - 98° 10’ 00” BT/ East Latitude. Kota Subulussalam berada di bagian perbatasan antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

      Bagian utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara;

      Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat, Provinsi Sumatera Utara;

      Bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil; dan

      Bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Trumon dan Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

1.     Administratif

Kota Subulussalam memiliki 5 Kecamatan dengan 74 Desa yaitu Kecamatan Simpang Kiri yang terdiri dari 14 Desa, Kecamatan Penanggalan yang terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Rundeng yang terdiri dari 23 Desa, Kecamatan Sultan Daulat yang terdiri dari 17 Desa serta Kecamatan Longkib dengan 10 Desa. Kota Subulussalam memiliki luas wilayah 1.391 km2 dengan luas kecamatan yang terbesar adalah Kecamatan Sultan Daulat (±43,3%), sedangkan  kecamatan dengan luasan terkecil adalah Kecamatan Penanggalan (±6,7%). Untuk lebih jelasnya, peta kondisi adminstratif Kota Subulussalam dapat dilihat pada lampiran.

Tabel 1

Jumlah Desa dan Luas Kecamatan di Kota Subulussalam Tahun 2012

 

No

Kecamatan

Jumlah Kelurahan/Desa

Luas Wilayah

(Km²)

% thd total

1

Simpang Kiri

14

213

15,3

2

Penanggalan

10

93

6,7

3

Rundeng

23

320

23,0

4

Sultan Daulat

17

602

43,3

5

Longkib

10

163

11,7

Kota Subulussalam

74

1.391

100,0

Sumber : BPS Kota Subulussalam Tahun 2012

Jumlah desa tersebut kedepannya tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah, karena saat ini Kota Subulussalam sedang gencarnya melakukan pemekaran desa guna untuk meningkatkan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Begitu juga halnya dengan jumlah kecamatan yang ada, karena saat ini sedang di lakukan proses pembentukan dua kecamatan baru di Kota Subulussalam yakni, Kecamatan Bakal Buah yang saat ini berada dalam Kecamatan Simpang Kiri dan Kecamatan Tualang yang saat ini merupakan bagian dari Kecamatan Rundeng.

1.     Demografi

Perhitungan didasarkan pada data hasil sensus tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011 dan 2012, diperoleh nilai rata-rata  pertumbuhan  jumlah  penduduk  setiap  tahun  sebesar  4,18 % , hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah penduduk Kota Subulussalam yang signifikan.

Tabel 2

Jumlah dan Kepadatan Penduduk 6 Tahun Terakhir

No

Kecamatan

Jumlah Penduduk

2007

2008

2009

2010

2011

2012

1

Simpang Kiri

25.687

26.316

26.944

27.573

28.108

28.898

2

Penanggalan

10.694

10.956

11.217

11.479

11.879

12.317

3

Rundeng

10.242

10.493

10.743

10.994

11.381

11.543

4

Sultan Daulat

12.074

12.369

12.665

12.960

13.132

13.404

5

Longkib

4.136

4.238

4.339

4.440

4.490

4.546

Kota Subulussalam

62.833

64.372

65.908

67.446

68.990

70.708

Sumber : BPS, Subulussalam Dalam Angka Tahun 2010, 2011, 2012.

Tingkat kesejahteraan masyarakat juga menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Dari data yang ada dari Pusat Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Kota Subulussalam pada Tahun 2012 disimpulkan bahwa Jumlah keluarga miskin per Kepala Rumah Tangga Tahun 2011 Akumulasi dari 3 (tiga) Desil yaitu Desil 1 (satu), Desil 2 (dua) dan Desil 3 (tiga). Untuk dapat melihat tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Subulussalam, dapat digunakan data jumlah penduduk miskin sebagaimana tersaji dalam tabel 3.7 berikut ini.

Tabel 3

Jumlah Penduduk Miskin Per Kecamatan Tahun 2011

No

Kecamatan

Jumlah Keluarga Miskin (KK)

1

Simpang Kiri

1.323

2

Penanggalan

522

3

Rundeng

1.252

4

Sultan Daulat

1.567

5

Longkib

324

Jumlah

4.988

        Sumber : Pusat Data Terpadu TNP2K Tahun 2012.

Kota Subulussalam memiliki potennsi pertanian yang cukup baik. Luas lahan sawah mencapai 924 Ha dengan total produksi 2.732 Ton, sedangkan padi ladang dengan luas lahan sebesar 322 Ha total produksi mencapai 782 Ton. Potensi Kota Subulussalam yang  paling menonjol adalah perkebunan kelapa sawit. Pada saat ini luas areal tanaman kelapa sawit milik rakyat mencapai 14.675 Ha, dimana yang luas tanaman menghasilkan sebesar 9.419 Ha atau 64,18 %. Sementara itu tota produksi 117.737 Ton/Tahun.

Jika dilihat dari produksi perkebunan rakyat pada tahun 2011 mencapai 8,0 Ton/Ha. Prokdutivitas tertinggi yaitu pada  Kecamatan Simpang Kiri yang mencapai 9,6 Ton/Ha dan yang terendah di Kecamatan Sultan Daulat yaitu 5,5 Ton/Ha. Meningkatnya lahan perkebunan kelapa sawit  memacu kebutuhan pengolahan biji sawit. Pada saat ini telah beroperasi 3 (tiga) perusahaan pengolahan biji kelapa sawit yaitu : PT. Global Sawit Semesta, yang berlokasi di Kecamatan Penanggalan, PT. Bangun sejahtera Lestari di kecamatan Simpang Kiri dan PT. Samudera Sawit Nabati di Kecamatan Sultan Daulat. Perusahan ini tidak hanya mengolah hasil perkebunan kelapa sawit dari Kota Subulussalam, namun juga dari Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Penduduk Kota Subulussalam yang di didiami oleh mayoritas suku pak-pak yang menganut agama Islam. Menurut data BPS Kota Subulussalam tahun 2012, penduduk Kota Subulussalam berjumlah 70.708 Jiawa (lihat tabel 3.6). Dari jumlah tersebut berdasarkan data dari Kantor Kementrian Agama Aceh tahun 2015 bahwa penduduk Kota Subulussalam 97% lebih diantaranya adalah penganut agama Islam (lihat tabel 3.8). Dari data tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, keberadaan masyarakat suku pak-pak yang mendiami Kota Subulussalam Aceh secara keyakinan yang dianut masyarakatnya berbeda dengan suku pak-pak yang mendiami wilayah Kabupaten Pak-pak Bharat dan Kabupaten Dairi di Sumatera Utara, walaupun secara geografis kedua daerah tersebut merupakan berbatasan langsung dengan Kota Subulussalam Aceh.  


0 comments:

Posting Komentar